3 Feb 2016

Virus Zika



Berbagai macam virus telah ditemukan di dunia ini. Ada yang sudah beusia puluhan bahkan ratusan tahun, ada pula benar benar baru ditemukan. Beberapa dari virus tersebut sudah ada yang ditemukan obatnya dan ada pula yang belum ditemukan cara mengobatinya. Sifat sifat dari virus inipun beragam, ada yang jinak dan ada yang ganas. Masih tak lepas dari ingatan kita bagaimana virus Ebola menyerang manusia dan masih belum ditemukan obatnya, kini muncul lagi di masyarakat virus yang dikatakan ganas karena bisa menyerang bayi dalam kandungan. Virus yang bernama Zika ini dikatakan akan menjadi epidemi jika tidak segera ditanggulangi. Untuk mengetahui lebih lanjut dari penyakit ini, kita rangkum asal mula, gejala, bahaya dan pencegahan tentang virus ini.

Apakah virus Zika itu?
Virus zika adalah virus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang juga sebagai vector DBD ( Demam Berdarah ). 

Bahaya Virus Zika
Virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan diduga dapat menyebabkan kecacatan pada otak bayi baik didalam kandungan maupun yang baru lahir.
Virus zika sendiri merupakan salah satu jenis virus yang berasal dari genus flavivirus dengan family flaviviridae. Zika diketahui mulai menyebar ke daerah timur pada tahun 2014 melintasi samudera pasifik menuju polinesia Perancis. Tahun 2015, zika mulai menyebar hingga pulau paskah hingga amerika tengah, Karibia, hingga Amerika selatan. Seiring dengan perkembangannya, virus zika berkembang dan menyebar serta menginfeksi ke dalam tubuh manusia hingga lebih dari 20 negara yang berada di benua Amerika khususnya pada daerah-daerah tropis termasuk Indonesia.
Seperti yang diberitakan dari berbagai sumber dan organisasi kesehatan dunia WHO, nyamuk Aedes aegypti adalah pembawa yang paling umum dari penyakit ini dan Aedes albopictus adalah nyamuk lain yang juga berpotensi. Mereka berasal dari Afrika dan Asia. Aedes albopictus, yang juga dikenal sebagai nyamuk macan Asia dengan ciri garis-garis putih, dianggap spesies nyamuk yang paling agresif. Kedua spesies biasanya menggigit pada siang hari dan pada sore hari, sehingga kelambu untuk tidur malam dianggap tidak begitu berguna untuk mecegah Zika. Setiap spesies juga dapat menginfeksi orang dengan demam berdarah, chikungunya, dan demam kuning.

Klasifikasi virus

-          Group           : group IV
  ((+) ssRNA)
-          Famili           : Flaviviridae
-          Genus           : flavivirus
-          Species        : Flavivirus Zika / Virus Zika

Gejala pada penderita
Beberapa pakar melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Keduanya sama – sama diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat. Beberapa kesamaan sebagai gejala awal membuat penyakit ini diidentifikasi secara keliru dengan penyakit demam berdarah. Namun sebenarnya terdapat beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit demam berdarah, beberapa tanda khusus tersebut antara lain :

-          Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius. Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.*
-          Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. terkadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.*
-          Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan. Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.*

*Sumber ( Centers for Disease Control and prevention (CDC) dan for the Pan American health Organization (PAHO) )

Pencegahan dan Pengobatan
                Sampai saati ini belum ada obat atau vaksin yang mampu mencegah ataupun mengobati infeksi dari virus zika ini. Pencegahan adalah satu – satunya cara dalam menghindari gigitan nyamuk ini. Dan menghindari juga salah satu cara minimal menghindari infeksi dari penyebaran virus tersebut. Langkah lainnya adalah dengan mengurangi sumber kembang biak nyamuk serta mengurangi kontak dengan hewan ini.

Menggunakan obat nyamuk, pakaian yang melindungi sebagian besar tubuh dan sebaiknya berwarna terang, tidur menggunakan kelambu. Membersihkan ember, pot bunga, bak, serta tempat-tempat lain yang berpotensi jadi tempat hidup nyamuk berperan besar mengurangi risiko terinfeksi. Bagi mereka yang belum bisa menjaga dirinya sendiri, seperti anak-anak, orang sakit dan lansia berikan perhatian khusus. Hindari dehidrasi dengan minum air yang cukup, dan untuk meredakan demam serta mengurangi nyeri adalah meminum obat Paracetamol dan Acetaminophen



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar