19 Nov 2012

Penyuluhan Bahan Tambahan Makanan bagi Kader Posyandu


Bahan tambahan makanan berbahaya saat ini banyak terdapat di pasaran pada sejumlah produk pangan olahan industri rumah tangga dan industri kecil. Secara kasat mata memang agak sulit untuk menentukan apakah produk pangan olahan yang ditemukan mengandung bahan-bahan kimia berbahaya atau tidak, bila dosisnya sangat sedikit. Apabila dosisnya cukup banyak maka bisa diketahui dari penampilan visual (luar) yang nampak nyata. Demikian dijelaskan Petugas Kesehatan dari Puskesmas Mangkupalas pada Penyuluhan Bahan Makanan Tambahan di Bulan Oktober 2012.

Minuman yg mengandung rhodamin-b
Bekerjasama dengan Balai Besar POM Samarinda, penyuluhan ini bertema bahan makanan dan minuman berbahaya yang disampaikan kepada kader-kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mangkupalas. Beberapa materi yang disampaikan dalam penyuluhan ini yaitu makanan yang sehat, bahan tambahan berbahaya yang digunakan untuk pangan, bahaya formalin, boraks, pewarna dan bahaya non pangan serta cara mencegah bahaya pada pangan mulai dari bahaya biologis, kimia dan fisik.

Bahan kimia yang digunakan sebagai tambahan makanan yang dikategorikan berbahaya diantaranya adalah pengawet berbahaya (dalam bentuk formalin), pewarna berbahaya (dalam bentuk pewarna merah Rhodamin-B dan pewarna kuning methanyl yelow), pemanis buatan yang berlebihan (dalam bentuk Natrium, Saccharine, Na-Cycla-mate, aspartame, sorbitol dll), serta pengenyal berbahaya yang biasanya dalam bentuk boraks.

Disampaikan oleh Pimpinan Puskesmas Mangkupalas Andi Tenri Awaru, dengan penyampaian materi bahan makanan dan minuman berbahaya ini diharapkan kader dapat menginformasikan kepada warga disekitarnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena begitu banyak dampak negatif dari penyalahgunaan (kontaminasi) bahan kimia berbahaya yang dipakai sebagai bahan tambahan pangan.

Diantara dampak negatif yang sering muncul yaitu keracunan mulai gejala ringan hingga efek yang fatal (kematian), kanker, kejang-kejang, kegagalan peredaran darah dll. "Untuk itu kita sebagai konsumen harus lebih berhati hati dalam memilih makanan karena sesungguhnya kehati-hatian adalah senjata paling ampuh untuk mencegah resiko negatif di masa yang akan datang", tutur Andi.

sumber : Promkes Puskesmas Mangkupalas


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar