6 Nov 2012

Dukung Program Pemerintah, Puskesmas Baqa Beri PMT

Pemberian PMT dari Puskesmas Baqa
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang merupakan Program Pemerintah dalam rangka Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) didukung penuh pelaksanaannya oleh Puskesmas Baqa. Pada bulan Oktober 2012 Puskesmas Baqa telah memberikan PMT kepada 6 bayi dan 6 balita yang menderita gizi buruk, serta 6 ibu hamil yang menderita kekurangan energi kronis (KEK). 

PMT ini diberikan sebagai sarana pemulihan gizi dalam arti kuratif, rehabilitatif dan sebagai sarana untuk penyuluhan gizi.

Diterangkan oleh Dokter dari Puskesmas Baqa dr. Deasy Nursanti, PMT diberikan bertujuan agar keadaan gizi penerima makanan tambahan ini menunjukkan perbaikan dan hendaknya benar-benar sebagai penambah dengan tidak mengurangi jumlah makanan yang dimakan setiap hari dirumah. "Selain itu pemberian makanan tambahan ini diharapkan  dapat memperbaiki keadaan gizi pada anak golongan rawan gizi yang menderita kurang gizi, dan diberikan dengan kriteria anak balita yang tiga kali berturut-turut tidak naik timbangannya serta yang berat badannya pada KMS terletak dibawah garis merah," terang Deasy.

Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) ini adalah sebagian kecil dari kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Baqa dalam mendukung program kesehatan pemerintah dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut Deasy menjelaskan timbulnya masalah bayi dan balita gizi buruk serta ibu hamil dengan kondisi KEK  disebabkan oleh berbagai macam faktor yang sangat kompleks yang mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung. Faktor yang langsung mempengaruhi antara lain penyakit dan asupan gizi, yang keduanya dipengaruhi oleh pola asuh, kondisi ekonomi dan lingkungan.

Kondisi kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil mempunyai dampak kesehatan terhadap ibu dan anak dalam kandungan, antara lain meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), keguguran, kelahiran prematur, kematian pada ibu dan bayi baru lahir, gangguan pertumbuhan anak, dan gangguan perkembangan otak.  Bila bayi lahir BBLR secara langsung akan mempunyai resiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan, dan gangguan perkembangan anak.

"Dengan adanya Pemberian Makanan tambahan (PMT) kepada bayi, balita dan ibu hamil dengan kondisi KEK yang dilaksanakan oleh Puskesmas Baqa, diharapkan dapat mengurangi jumlah bayi, balita penderita gizi buruk dan ibu hamil dengan kondisi KEK dan ada harapan untuk masa depan yang lebih baik," jelas Deasy di akhir wawancara.

sumber : Puskesmas Baqa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar