13 Nov 2012

Cinta Ibu dan Anak, Samarinda Kembangkan Puskesmas PONED


Sehat merupakan salah satu hak dasar manusia, juga salah satu faktor yang sangat  menentukan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yang bersama faktor pendidikan dan ekonomi menjadi ukuran untuk menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu,tepat sekali bahwa pernyataan yang mengemukakan bahwa ”Sehat memang bukan segalanya, tetapi apabila tidak sehat, maka segalanya tidak ada artinya”.

Tidak dapat dipungkiri hingga saat ini masih ada sebagian rakyat Indonesia yang kesulitan untuk akses ke sarana pelayanan kesehatan terutama ibu hamil, bayi baru lahir, bayi dan anak balita, hal ini dapat dilihat dengan masih tingginya angka kematian ibu bersalin, angka kematian bayi  serta masih tingginya angka gizi buruk dibeberapa wilayah di Indonesia.

Hal ini pula yang menjadikan tema “Indonesia Cinta Sehat, Ibu Selamat Anak Sehat” dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 48 tahun 2012. Tema ini bertujuan agar masyarakat Indonesia cinta perilaku sehat, cinta lingkungan sehat, peduli keselamatan ibu melahirkan, mengupayakan anak indonesia yang sehat dan cerdas dan mengharapkan kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, seluruh komponen bangsa Indonesia siap bekerjasama untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil dan merata.

Kota Samarinda sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Timur juga memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak dengan melakukan upaya-upaya yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kota Samarinda yaitu dengan menggalakkan Puskesmas PONED sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB). Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar) adalah Puskemas yang memiliki fasilitas atau kemampuan untuk melakukan penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar serta termasuk dalam Puskemas yang harus siap 24 jam. Salah satu Pukesmas yang telah digalakkan menjadi Puskesmas PONED yaitu Puskesmas Rawat Inap Palaran. 

Dikembangkannya Puskesmas Rawat Inap Palaran menjadi Puskesmas PONED diantaranya telah memenuhi persyaratan sebagai Puskesmas PONED dimana merupakan Puskesmas perawatan dan sudah berfungsi menolong persalinan, dapat dijangkau dengan waktu tempuh paling lama 2 jam dengan transportasi umum setempat dan minimal memiliki 1 dokter, 1 bidan dan 1 orang perawat yang tinggal di sekitar lokasi Puskesmas.

Beberapa hal bisa menjadi penyebab kematian ibu maupun bayi, misalnya terjadi komplikasi yang tidak ditangani dengan baik maka dalam waktu 2 jam bisa menjadi gawat dan menyebabkan kematian. Sedangkan pada bayi jika terjadi asfiksia (kekurangan oksigen saat lahir) dalam hitungan menit saja bisa menyebabkan kematian. Dengan adanya Puskesmas PONED ini bisa membantu mengatasi kegawatdaruratan saat melahirkan, juga membantu ibu agar tidak terlambat ditolong ke rumah sakit, karena ibunya sudah dipasang infus atau kondisinya sudah distabilkan sehingga ketika sampai rumah sakit rujukan bisa langsung dioperasi.

Dalam rangka Peringatan HKN 48 tahun 2012 ini pula diharapkan kesehatan telah menjadi perhatian kita bersama untuk bangkit dan secara bersama-sama menangani masalah AKI, AKB serta masalah kesehatan lainnya, sehingga seluruh masyarakat Samarinda dapat menikmati pelayanan kesehatan dan mampu mewujudkan perilaku hidup sehat.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar