24 Sep 2012

Revitalisasi UKBM Puskesmas Trauma Center Berguru Desa Siaga hingga ke Giri Rejo



Foto Bersama Rombongan Puskesmas Trauma Center dan Puskesmas Lempake beserta Kader Desa Siaga Giri Rejo


Puskesmas Lempake mendapat kunjungan dari Puskesmas  Trauma Center Samarinda dalam rangka studi banding Desa Siaga di desa Giri Rejo kelurahan Lempake sebagai bentuk revitalisasi UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat). Rombongan dari Puskesmas Trauma Center ini membawa kurang lebih 30 orang yang terdiri dari Pimpinan Puskesmas Trauma Center dr.Hj.Samriyani Sabang, Kepala Bagian Promosi Kesehatan Puskesmas Trauma Center drg.Nisa Muthiah, Kabag Gizi Yulia, Kabag Kesling Fitri Anjani, para kader, bidan desa, perwakilan aparat kelurahan Tani Aman Samarinda.

Sambutan yang hangat dan ramah dari tuan rumah cukup menghilangkan rasa penat rombongan Trauma Center atas perjalanan jauh dan medan yang cukup sulit ditempuh. Bertempat di Balai Desa Giri Rejo,  kunjungan ini dimulai pada pukul 10.15 WITA dengan presentasi dari dr. Kusuma, pimpinan Puskesmas Lempake Samarinda sebagai narasumber kegiatan  ini  mengenai proses berdirinya Desa Siaga Giri Rejo sejak pembentukan tim Desa Siaga hingga berdirinya Poskesdes yang sudah cukup maju sampai saat ini. 

Setelah istirahat dan santap siang bersama, acara dilanjutkan dengan meninjau Poskesdes Giri Rejo binaan Puskesmas Lempake.  Terpilihnya Desa Giri Rejo menjadi lokasi studi banding karena Desa Siaga tersebut sudah berjalan baik dan pelatihan para kader sudah dilakukan secara maksimal.  Masyarakat, tokoh masyarakat,  maupun bidan desa di sana sangat kooperatif dan saling bekerjasama dalam memajukan Desa Siaga mereka. Situasi kondusif di desa siaga Giri Rejo  inilah yang hendak ditiru oleh Puskesmas Trauma Center.Diharapkan semangat para kader dapat termotivasi kembali  untuk membentuk tim Desa Siaga  di wilayahnya dan membangun Poskesdes.

Ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan untuk merintis Desa Siaga. Diperlukan budaya kemitraan yang tinggi demi mensukseskan program Pemerintah yang memiliki visi terciptanya masyarakat hidup sehat mandiri ini. Sarana dan pra sarana pun turut dibutuhkan untuk kelangsungan desa siaga ini.  Semoga dengan adanya kegiatan ini, pola perilaku masyarakat kita yang belum berorientasi pada pencegahan penyakit dapat berubah sehingga puskesmas dapat memfasilitasi  masyarakat lebih baik lagi untuk pemberdayaan  kesehatannya.

Masyarakat berhak mengurus kesehatannya sendiri. Sudah tanggung jawab pribadi untuk menjaga kesehatan kita masing-masing. Mencegah datangnya penyakit lebih bermanfaat untuk umat dan bangsa daripada mengobati penyakit yang sudah diderita masing-masing.

Majulah Promosi Kesehatan Samarinda.
Semangat! Salam Sehat.

artikel ini ditulis oleh drg.Nisa Muthiah - Promkes Puskesmas Trauma Center Samarinda


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar