19 Mei 2011

Pembinaan PHBS di SDN 035 Samarinda Utara


PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. PHBS dibagi menjadi 5 tatanan yaitu : PHBS di Rumah Tangga, PHBS di Sekolah, PHBS di Tempat Kerja, PHBS di Tempat-tempat Umum, dan PHBS di Institusi Kesehatan.

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan pelaksanaan PHBS adalah kecacingan. Menurut berita Kompas, 9 juli 2010, Setidaknya 20-30 persen anak di Indonesia mengalami cacingan. Di beberapa kawasan seperti di kepulauan, persentase cacingan pada anak bisa lebih dari 50 persen. Penyakit cacingan masih dianggap sebagai hal sepele, padahal cacingan mempunyai dampak negatif terhadap proses tumbuh kembang anak. Hal ini pula yang mendorong Dinas Kesehatan Kota Samarinda turut bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (BEM FKM Unmul) melakukan pembinaan di sekolah, salah satunya di SDN 035 Samarinda Utara pada tanggal 14 Mei 2011. SDN 035 ini dipilih setelah adanya penelitian yang menyatakan bahwa tingkat kecacingan di wilayah ini termasuk tinggi. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FKM Unmul dalam 1 tahun terakhir.

Pembinaan PHBS kali ini juga mendapat dukungan dari PT Dosni Roha sebagai distributor obat cacing Combantrin dengan memberikan bantuan obat cacing sebanyak 210 botol, dan PT Frisian Flag yang memberikan bantuan berupa 210 kotak susu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pembinaan PHBS terutama pada kecacingan ini dimulai dengan senam cuci tangan, yang dilanjutkan dengan pengisian angket untuk siswa kelas 5 dan 6, penyuluhan dengan menggunakan lembar balik, pengukuran tinggi badan dan berat badan,  cuci tangan dengan sabun, pemotongan kuku, minum obat cacing, sampai pembagian susu untuk diminum di rumah.

Kegiatan yang sangat bermanfaat ini bersifat berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kota Samarinda pun bertekad untuk terus mendukung dengan menyebarkan pesan-pesan kesehatan. Himbauan pun disampaikan kepada seluruh masyarakat untuk turut serta peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kesehatan secara pribadi dan lingkungan sekitarnya. 

 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar