24 Okt 2012

Penyuluhan Penggunaan Garam Beryodium oleh Puskesmas Mangkupalas

Pengujian Garam Beryodium di Rumah Tangga
Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam beryodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) antara lain mengandung yodium sebesar 30-80 ppm (Depkes RI). Penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan keluarga. Iodium bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh kembang janin, mencerdaskan otak, dsb.  Kekurangan iodium mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dsb.
 
Dijelaskan oleh Ferry Ivana Petugas Promkes Puskesmas Mangkupalas, kegiatan penyuluhan penggunaan garam beryodium oleh Puskesmas Mangkupalas merupakan kegiatan pemberian Informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemakaian garam yang mengandung iodium serta memberikan bagaimana cara pengelolaan garam sehat. yang dilaksanakan di seluruh posyandu yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Mangkupalas. 

Disampaikan pula oleh Pimpinan Puskesmas Mangkupalas drg.Andi Tenri Awaru untuk memilih garam beryodium yang baik di pasaran masyarakat sebaiknya melihat kemasan yang berlabel mengandung iodium, memiliki warna yang putih bersih, kering dan terkemas baik serta tertutup rapat.

"Untuk garam beryodium sebaiknya disimpan  di dalam  bejana atau wadah tertutup, tidak terkena cahaya dan tidak dekat dengan tempat lembab, hal ini untuk menghindari penurunan kadar iodium dan meningkatkan air, sebab kadar iodium dapat menurun apabila terkena panas," terang Andi. Untuk penggunaan garam yodium sebaiknya tidak dibumbukan pada sayuran mendidih, tetapi dimasukkan setelah sayuran diangkat dari tungku hal ini agar kadar kalium iodate (KIO3) dalam makan  tidak mengalami penurunan. Kadar iodium dalam garam beryodium juga dapat menurun pada makanan yang asam, makin asam makanan akan makin mudah menghilangkan KIO3 dari makanan tersebut.

Pemberian informasi mengenai pemilihan, penyimpanan dan penggunaan garam beryodium ini bertujuan agar masyarakat mengetahui cara penyimpanan dan penggunaan garam beryodium yang baik dan  benar. Selain informasi mengenai hal tersebut Petugas Kesehatan dari Puskesmas Mangkupalas juga melakukan pengujian untuk mengetahui kadar iodium dalam garam yang telah ibu-ibu bawa dari dapur mereka. Pengukuran dilakukan dengan cara meneteskan cairan iodin pada garam yang telah mereka bawa, apabila timbul warna biru keunguan menandakan garam tersebut sudah mengandung iodium.

sumber : Promkes Puskesmas Mangkupalas


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar