24 Okt 2012

Penyuluhan Jajanan Sehat Anak Sekolah

Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Sayangnya masih banyak orang tua belum tahu ciri jajanan yang bersih dan sehat. “Kebanyakan orang ingin anaknya jajan sehat. Jajanan tidak sehat yang beredar di lingkungan sekolah menimbulkan kekhawatiran pada orangtua siswa. Padahal, orangtua maupun guru tidak dapat terus-menerus mengawasi anak untuk tidak sembarangan jajan," terang Pimpinan Puskesmas Mangkupalas drg.Andi Tenri Awaru.

Penyuluhan Jajanan Sehat pada Murid SD
Menurut Andi, sulit rasanya mencegah keinginan anak untuk tidak jajan di sekolah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum membebaskan anak memilih jajanan yang disukai petugas kesehatan dari Puskesmas Mangkupalas memberikan penyuluhan mengenai jajanan sehat di setiap Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Mangkupalas yang dilaksanakan pada bulan September 2012.

Sasaran penyuluhan adalah murid kelas IV dan V, dimana petugas menjelaskan bagaimana sebaiknya anak-anak memilih jajan sehat untuk mereka diantaranya yang mengandung bahan makanan bergizi seperti susu, buah-buahan dan sayur-sayuran. Anak-anak juga harus menghindari penggunaan minyak goreng yang dilakukan berulang-ulang, rendah gula dan garam, aman, bersih dan bergizi serta harga yang terjangkau.

Dalam Penyuluhan Jajanan Sehat Anak Sekolah ini Petugas Kesehatan dari Puskesmas Mangkupalas juga memberikan informasi mengenai ciri jajanan yang tidak sehat diantaranya jajanan yang mengandung pengawet, tinggi kalori, lemak dan garam serta rendah serat. Petugas juga menghimbau agar anak-anak sekolah memilih jajanan yang baik untuk mereka dan kesehatannya serta menyarankan membawa bekal makanan dari rumah.

Makanan jajanan pada anak sekolah harus memiliki standar nilai gizi agar dapat memberikan sumbangan terhadap pemenuhan gizinya. Tentu saja hal ini harus pula melibatkan pihak sekolah untuk memberikan pengarahan kepada pengelola kantin maupun pedagang yang berjualan di sekitar sekolah untuk memperhatikan kuantitas dan kualitas makanan yang dijual untuk siswanya.

 sumber : Promkes Puskesmas Mangkupalas


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar